Tes Substantif menjadi tahapan yang paling menentukan dalam seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru 2026. Setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi, peserta kini bersiap menghadapi ujian yang dijadwalkan berlangsung mulai 3 hingga 7 Agustus 2026.
Menjelang pelaksanaan tes, banyak peserta mulai mencari kisi-kisi Tes Substantif PPG Calon Guru 2026 sebagai bahan belajar. Meski Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tidak pernah membagikan bocoran soal, materi yang diujikan sudah dijelaskan secara resmi sehingga dapat menjadi acuan selama masa persiapan.
Memahami ruang lingkup materi jauh lebih penting dibanding sekadar menghafal contoh soal. Sebab, Tes Substantif dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir, memahami konsep, sekaligus melihat kesiapan peserta menjadi calon pendidik profesional.
Apa yang Diujikan dalam Tes Substantif PPG Calon Guru 2026?
Secara umum, Tes Substantif terdiri atas tiga kelompok materi utama. Ketiganya dirancang untuk mengukur kemampuan dasar sekaligus kompetensi sesuai bidang studi yang dipilih peserta.
Komponen tersebut meliputi kemampuan literasi, kemampuan numerasi, dan penguasaan konten bidang studi. Masing-masing memiliki bobot yang berbeda sehingga seluruh materi perlu dipersiapkan secara seimbang.
Berikut gambaran materi yang akan diujikan.
| Materi Tes | Jumlah Soal |
|---|---|
| Kemampuan Literasi | 15 soal |
| Kemampuan Numerasi | 15 soal |
| Penguasaan Konten Bidang Studi | 70 soal |
| Total | 100 soal |
Kisi-Kisi Kemampuan Literasi
Bagian literasi bukan sekadar menguji kemampuan membaca. Peserta akan diminta memahami isi bacaan, menarik informasi penting, hingga menilai isi teks secara kritis.
Pada sesi ini tersedia 15 soal yang harus diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan.
Materi yang perlu dipelajari antara lain:
- Menemukan informasi tersurat dalam bacaan.
- Memahami makna tersirat dari sebuah teks.
- Menentukan gagasan utama.
- Menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang tersedia.
- Menilai kredibilitas informasi.
- Menganalisis isi bacaan.
Soal biasanya disajikan dalam bentuk artikel, narasi, tabel, maupun infografik sehingga peserta perlu membiasakan diri membaca informasi secara cermat.
Kisi-Kisi Kemampuan Numerasi
Selain literasi, peserta juga akan mengerjakan 15 soal numerasi.
Materi ini bertujuan melihat kemampuan menggunakan konsep matematika untuk menyelesaikan persoalan sehari-hari. Karena itu, soal yang muncul tidak selalu berupa perhitungan panjang, melainkan lebih banyak menguji penalaran.
Beberapa materi yang sebaiknya dipelajari meliputi:
- Operasi hitung bilangan.
- Urutan bilangan.
- Persamaan dan pertidaksamaan.
- Fungsi aljabar.
- Keliling, luas, dan volume bangun.
- Analisis tabel.
- Membaca grafik.
- Probabilitas dasar.
- Interpretasi data sederhana.
Peserta disarankan lebih sering mengerjakan latihan soal dibanding hanya menghafal rumus. Cara ini biasanya lebih efektif untuk melatih kecepatan berpikir.
Penguasaan Konten Menjadi Bagian Terbesar
Bagian yang memiliki jumlah soal paling banyak adalah penguasaan konten bidang studi.
Sebanyak 70 soal akan disesuaikan dengan latar belakang pendidikan atau program studi yang dipilih masing-masing peserta.
Misalnya, peserta Pendidikan Matematika akan memperoleh soal yang berbeda dengan peserta Pendidikan Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Bahasa Inggris, maupun bidang studi lainnya.
Walaupun berbeda bidang, terdapat dua kompetensi yang menjadi perhatian utama dalam penyusunan soal.
1. Kompetensi Profesional
Kompetensi profesional mengukur sejauh mana peserta menguasai teori keilmuan sesuai bidang studi.
Yang biasanya diuji meliputi:
- Konsep dasar bidang studi.
- Penerapan teori.
- Analisis permasalahan sesuai disiplin ilmu.
- Pemecahan persoalan berbasis konsep.
Semakin kuat penguasaan materi selama kuliah, semakin mudah menjawab bagian ini.
2. Kompetensi Pedagogik
Selain menguasai materi pelajaran, seorang guru juga harus memahami cara mengajar.
Karena itu, kompetensi pedagogik menjadi bagian penting dalam Tes Substantif.
Materi yang perlu dipelajari meliputi:
- Teori belajar.
- Karakteristik peserta didik.
- Penyusunan tujuan pembelajaran.
- Perencanaan pembelajaran.
- Strategi pembelajaran.
- Asesmen pembelajaran.
- Evaluasi hasil belajar.
Soal pada bagian ini sering disajikan dalam bentuk studi kasus sehingga peserta diminta menentukan solusi yang paling tepat.
Fokus Belajar yang Sebaiknya Diprioritaskan
Mendekati jadwal ujian, tidak sedikit peserta yang mencoba mempelajari seluruh materi sekaligus. Cara seperti ini justru sering membuat proses belajar menjadi kurang efektif.
Lebih baik menyusun prioritas berdasarkan komposisi soal.
Karena penguasaan konten mencapai sekitar 70 persen dari keseluruhan soal, porsi belajar sebaiknya lebih banyak diarahkan pada materi sesuai bidang studi. Setelah itu, lengkapi dengan latihan literasi dan numerasi agar kemampuan dasar tetap terasah.
Belajar secara bertahap setiap hari biasanya memberikan hasil yang lebih baik dibanding memaksakan diri mempelajari semua materi dalam waktu singkat.
Jadwal Tes Substantif PPG Calon Guru 2026
Pelaksanaan Tes Substantif dijadwalkan berlangsung pada 3–7 Agustus 2026.
Namun, setiap peserta tidak mengikuti ujian selama lima hari penuh. Jadwal pelaksanaan akan disesuaikan dengan pembagian sesi yang ditentukan oleh panitia melalui Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).
Karena itu, penting untuk mengetahui jadwal masing-masing melalui kartu peserta.
Cara Melihat Jadwal Ujian
Informasi jadwal dapat diketahui setelah peserta mengunduh kartu ujian melalui akun SIMPKB.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
- Login ke akun SIMPKB.
- Masukkan alamat email dan kata sandi.
- Klik Masuk.
- Pilih menu Unduh Kartu Ujian.
- Simpan kartu peserta.
- Periksa tanggal, sesi, dan lokasi ujian yang tercantum.
Masa pengunduhan kartu peserta berlangsung hingga 2 Agustus 2026, sehari sebelum pelaksanaan ujian dimulai.
Persiapan yang Sering Terlupakan
Banyak peserta terlalu fokus mempelajari materi hingga lupa mempersiapkan hal-hal teknis menjelang ujian.
Padahal, memastikan lokasi Tempat Uji Kompetensi (TUK), mengecek identitas, mencetak kartu peserta, serta mengetahui waktu pelaksanaan sama pentingnya dengan belajar materi.
Tidak sedikit peserta pada seleksi sebelumnya mengalami kendala karena terlambat datang atau membawa dokumen yang belum lengkap. Hal sederhana seperti ini sebenarnya dapat dihindari apabila dipersiapkan beberapa hari sebelum ujian.
Selain itu, menjaga kondisi tubuh juga tidak kalah penting. Tidur yang cukup, mengatur waktu belajar, dan menghindari belajar berlebihan pada malam sebelum ujian sering kali membuat konsentrasi tetap terjaga saat mengerjakan soal.
Dengan memahami kisi-kisi Tes Substantif PPG Calon Guru 2026 sejak sekarang, peserta memiliki gambaran lebih jelas mengenai materi yang perlu diprioritaskan. Persiapan yang dilakukan secara bertahap, dibarengi latihan soal dan penguasaan konsep sesuai bidang studi, akan jauh lebih bermanfaat dibanding hanya menghafal jawaban. Menjelang pelaksanaan tes pada 3 Agustus, fokuskan waktu belajar pada materi inti dan pastikan seluruh persyaratan administrasi sudah siap agar ujian dapat diikuti tanpa hambatan.