Menjelang pelaksanaan Asesmen Nasional, istilah simulasi ANBK 2026 kembali banyak dicari oleh sekolah, guru, operator, dan siswa. Latihan ini penting bukan hanya untuk mengenalkan bentuk soal, tetapi juga membantu peserta memahami cara mengerjakan asesmen berbasis komputer sebelum menghadapi pelaksanaan sebenarnya.
Asesmen Nasional tidak dirancang seperti ujian sekolah yang menentukan kelulusan siswa. Berdasarkan penjelasan resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Asesmen Nasional merupakan program evaluasi untuk memotret mutu pendidikan melalui tiga instrumen, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.
Karena itu, latihan ANBK 2026 sebaiknya tidak hanya berisi kegiatan menjawab soal sebanyak-banyaknya. Siswa perlu dibiasakan membaca informasi, memahami konteks soal, menggunakan kemampuan numerasi, serta mengenali tampilan asesmen berbasis komputer. Berikut penjelasan mengenai simulasi ANBK 2026, materi yang perlu dilatih, contoh bentuk soal, dan cara mempersiapkan diri.
Apa Itu Simulasi ANBK 2026?
Simulasi ANBK 2026 adalah kegiatan latihan yang dilakukan untuk membantu sekolah dan peserta mengenal pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer. Latihan dapat mencakup pembiasaan menggunakan perangkat komputer, memahami tampilan soal, membaca petunjuk, hingga mengerjakan soal yang memiliki karakteristik seperti AKM.
Asesmen Nasional sendiri menggunakan tiga instrumen utama. AKM mengukur literasi membaca dan literasi matematika atau numerasi, sedangkan Survei Karakter mengukur aspek sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan peserta didik. Survei Lingkungan Belajar digunakan untuk melihat berbagai aspek input dan proses pembelajaran.
Dengan demikian, istilah “simulasi ANBK” perlu dipahami secara lebih luas. Latihan bukan hanya mencari nilai dari soal latihan, tetapi juga mempersiapkan peserta agar terbiasa dengan karakter asesmen nasional.
Materi yang Perlu Dilatih dalam Simulasi ANBK
Materi latihan sebaiknya disesuaikan dengan karakter AKM, terutama kemampuan literasi membaca dan numerasi. Siswa tidak cukup hanya menghafalkan rumus atau mencari jawaban berdasarkan kata yang sama dengan pertanyaan.
Pada literasi membaca, peserta perlu terbiasa memahami teks, menemukan informasi, menarik kesimpulan, dan menilai informasi. Sementara pada numerasi, soal dapat menggunakan situasi sehari-hari sehingga peserta perlu memahami informasi matematika sebelum menentukan jawaban.
Latihan Literasi Membaca
Latihan literasi membaca dapat menggunakan teks pendek maupun panjang dengan berbagai konteks. Peserta kemudian diminta menemukan informasi, memahami isi bacaan, atau memberikan penilaian berdasarkan informasi yang tersedia.
Contoh bentuk latihan:
Sebuah sekolah melakukan program membawa botol minum sendiri untuk mengurangi sampah plastik. Dalam satu bulan, jumlah sampah botol plastik yang dikumpulkan sekolah berkurang dari 800 botol menjadi 500 botol.
Pertanyaan yang dapat diberikan adalah:
Berapa persen penurunan jumlah botol plastik tersebut?
Soal seperti ini tidak hanya meminta kemampuan membaca, tetapi juga menghubungkan informasi dalam teks dengan kemampuan numerasi.
Latihan Numerasi
Numerasi berkaitan dengan kemampuan menggunakan konsep matematika dalam berbagai situasi. Karena itu, latihan sebaiknya tidak hanya berupa operasi hitung yang berdiri sendiri.
Contohnya, siswa dapat diberikan informasi mengenai luas halaman sekolah, jumlah siswa, harga barang, tabel, grafik, atau data perjalanan. Dari informasi tersebut, peserta menentukan perhitungan yang tepat.
Model seperti ini membantu siswa terbiasa menghadapi soal yang membutuhkan penalaran sebelum sampai pada jawaban.
Contoh Soal Simulasi ANBK 2026
Contoh soal dapat digunakan sebagai latihan awal sebelum peserta mengerjakan simulasi yang lebih lengkap. Berikut salah satu bentuk soal numerasi sederhana.
Sebuah madrasah memiliki 240 siswa. Sebanyak 60 persen siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga.
Berapa jumlah siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga?
A. 120 siswa
B. 132 siswa
C. 144 siswa
D. 160 siswa
Jawaban yang tepat adalah C. 144 siswa.
Cara menghitungnya adalah 60 persen × 240 = 144. Dalam latihan seperti ini, siswa sebaiknya dibiasakan memahami informasi terlebih dahulu sebelum melakukan perhitungan.
Bentuk Soal yang Perlu Dikenali Siswa
Salah satu alasan simulasi penting adalah agar peserta tidak kaget ketika menemukan bentuk soal yang berbeda dari ulangan harian. Latihan dapat memperkenalkan beberapa bentuk pertanyaan yang umum digunakan dalam asesmen.
Beberapa bentuk yang dapat dilatih antara lain:
- Pilihan ganda.
- Pilihan ganda kompleks.
- Menjodohkan informasi.
- Isian singkat.
- Pertanyaan berdasarkan teks, tabel, grafik, atau ilustrasi.
- Soal yang membutuhkan penalaran berdasarkan informasi.
Yang perlu ditekankan adalah siswa tidak seharusnya hanya menghafalkan pola jawaban. Kemampuan memahami informasi tetap menjadi bagian penting dalam mengerjakan soal.
Cara Mengikuti Simulasi ANBK 2026
Jika sekolah menyediakan kegiatan simulasi, siswa dapat mengikuti beberapa tahapan sederhana agar latihan berjalan lebih efektif.
- Siapkan perangkat komputer yang akan digunakan untuk latihan.
- Pastikan koneksi jaringan stabil apabila simulasi dilakukan secara daring.
- Baca petunjuk sebelum memulai soal.
- Kerjakan soal secara mandiri agar hasil latihan menggambarkan kemampuan sebenarnya.
- Catat soal yang sulit untuk dibahas kembali.
- Periksa jawaban sebelum mengakhiri sesi apabila waktu masih tersedia.
- Evaluasi kesalahan setelah simulasi selesai.
Bagi sekolah, latihan juga dapat digunakan untuk melihat kesiapan perangkat dan kondisi jaringan. Dengan begitu, persoalan teknis dapat diketahui lebih awal.
Simulasi Bukan Sekadar Mengejar Nilai
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menganggap simulasi sebagai ujian yang harus menghasilkan nilai tinggi. Padahal, fungsi utama latihan adalah menemukan bagian yang masih perlu diperbaiki.
Misalnya, seorang siswa mendapatkan nilai rendah dalam latihan numerasi. Hasil tersebut tidak otomatis berarti siswa tidak mampu mengerjakan matematika. Bisa saja masalahnya terletak pada kemampuan membaca soal, memahami tabel, memilih informasi penting, atau mengatur waktu.
Karena itu, guru dapat menggunakan hasil latihan untuk menentukan materi yang perlu diperkuat. Siswa juga dapat mengetahui jenis soal yang masih membuatnya kesulitan.
Cara Berlatih ANBK di Rumah
Latihan tidak harus selalu dilakukan di laboratorium komputer sekolah. Siswa dapat membangun kebiasaan membaca dan mengerjakan soal berbasis konteks melalui perangkat yang tersedia di rumah.
Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu:
- Membaca artikel atau berita kemudian mencari informasi penting di dalamnya.
- Berlatih memahami tabel dan grafik.
- Menghitung persentase dari situasi sehari-hari.
- Mengerjakan soal cerita tanpa langsung melihat jawaban.
- Membiasakan membaca pertanyaan sampai selesai.
- Mencatat kesalahan dari latihan sebelumnya.
- Mengulang materi yang paling sering salah.
Kebiasaan tersebut lebih bermanfaat dibandingkan sekadar mengerjakan ratusan soal tanpa mengetahui alasan jawaban benar atau salah.
Persiapan Komputer Juga Penting
ANBK dilaksanakan dengan menggunakan komputer sehingga kesiapan perangkat menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan. Sekolah perlu memastikan komputer yang digunakan peserta dapat menjalankan aplikasi atau sistem asesmen sesuai ketentuan pelaksanaan.
Jaringan juga perlu diperiksa. Gangguan koneksi ketika peserta sedang mengerjakan asesmen dapat menghambat proses, sehingga kegiatan simulasi dapat menjadi kesempatan untuk mengetahui kondisi jaringan sekolah.
Selain perangkat utama, sekolah juga sebaiknya menyiapkan langkah penanganan apabila terjadi kendala teknis. Hal ini penting terutama bagi sekolah yang memiliki jumlah perangkat terbatas.
Jangan Tertukar antara Simulasi ANBK dan Simulasi TKA
Pada 2026, istilah simulasi asesmen juga banyak digunakan dalam konteks Tes Kemampuan Akademik (TKA). Keduanya bukan kegiatan yang sama.
Kemendikdasmen menyelenggarakan TKA 2026 secara berbasis komputer. Untuk jenjang SMP/MTs, simulasi TKA dijadwalkan pada 23 Februari–1 Maret 2026, sedangkan jenjang SD/MI dijadwalkan pada 2–8 Maret 2026. TKA kemudian dilanjutkan dengan gladi bersih dan pelaksanaan utama sesuai jadwal masing-masing jenjang.
Sementara itu, AN atau Asesmen Nasional memiliki tujuan untuk memotret mutu pendidikan dan menggunakan AKM, Survei Karakter, serta Survei Lingkungan Belajar sebagai instrumen.
Karena perbedaan tersebut, pencarian “simulasi ANBK 2026” sebaiknya tidak dicampuradukkan dengan “simulasi TKA 2026”.
Apakah Ada Link Simulasi ANBK 2026?
Untuk mendapatkan layanan latihan atau informasi pelaksanaan AN, sebaiknya sekolah mengutamakan portal resmi yang diterbitkan oleh Kemendikdasmen atau Pusat Asesmen Pendidikan. Portal resmi ANBK yang tersedia memuat informasi mengenai Asesmen Nasional dan menjelaskan instrumen yang digunakan.
Portal resmi ANBK: ANBK Kemendikdasmen
Perlu diperhatikan bahwa jadwal dan akses simulasi ANBK 2026 tidak boleh disamakan dengan jadwal simulasi TKA. Jika terdapat pembaruan mengenai jadwal, moda pelaksanaan, atau tautan khusus peserta, informasi tersebut sebaiknya mengikuti pengumuman resmi dari Pusat Asesmen Pendidikan.
Strategi Mengerjakan Soal Literasi
Soal literasi sering kali terlihat panjang sehingga siswa dapat kehilangan fokus sebelum menemukan informasi yang dibutuhkan. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah membaca pertanyaan dengan teliti, kemudian kembali ke bagian teks yang berkaitan.
Jangan langsung memilih jawaban hanya karena terdapat kata yang sama antara soal dan pilihan jawaban. Periksa apakah pilihan tersebut benar-benar didukung oleh informasi dalam bacaan.
Jika pertanyaan meminta kesimpulan, jawaban harus berdasarkan informasi yang tersedia, bukan pendapat pribadi yang tidak terdapat dalam teks.
Strategi Mengerjakan Soal Numerasi
Soal numerasi sebaiknya tidak langsung dikerjakan dengan rumus. Pertama, pahami apa yang diketahui, apa yang ditanyakan, kemudian tentukan operasi atau konsep matematika yang sesuai.
Misalnya soal memberikan tabel penjualan selama beberapa bulan. Jangan langsung menjumlahkan semua angka sebelum memahami pertanyaan. Bisa jadi yang diminta adalah selisih, rata-rata, persentase perubahan, atau perbandingan.
Kebiasaan membaca data dengan teliti dapat mengurangi kesalahan perhitungan.
Baca juga: Info GTK 2026: Cara Login, Cek Data Guru, SKTP, dan Status Tunjangan
Bagian yang Sering Terlupakan Saat Simulasi
Persiapan ANBK sering lebih banyak diarahkan pada soal, padahal kesiapan peserta menggunakan perangkat juga penting. Peserta perlu mengetahui cara memilih jawaban, berpindah soal, menggunakan tombol yang tersedia, dan memastikan jawaban tersimpan sesuai sistem yang digunakan.
Sekolah juga perlu memperhatikan kondisi peserta. Simulasi sebaiknya dilakukan dalam suasana yang menyerupai pelaksanaan sebenarnya tanpa membuat siswa merasa tertekan.
Dengan demikian, latihan dapat menghasilkan dua manfaat sekaligus: meningkatkan kesiapan akademik dan mengurangi kebingungan ketika peserta berhadapan dengan sistem asesmen berbasis komputer.
Persiapan ANBK 2026 untuk Sekolah dan Guru
Guru dapat berperan dalam menyiapkan peserta dengan memberikan latihan yang mengarah pada kemampuan membaca, bernalar, dan menggunakan informasi. Latihan tidak harus selalu mengambil soal yang sama dengan asesmen.
Operator atau tim teknis sekolah dapat berfokus pada kesiapan perangkat, jaringan, akun, dan kebutuhan teknis lainnya sesuai petunjuk resmi. Pembagian tugas yang jelas membantu sekolah menghindari persoalan yang baru diketahui ketika kegiatan sudah dimulai.
Hal terpenting adalah memastikan seluruh persiapan mengikuti petunjuk pelaksanaan resmi yang berlaku pada tahun 2026.
Baca juga: Hasil Rakornas TKA 2026: Pedoman Tes Kemampuan Akademik SD dan SMP yang Perlu Diketahui
Simulasi ANBK 2026 Membantu Siswa Lebih Siap
Simulasi ANBK 2026 dapat menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal karakter Asesmen Nasional sekaligus mengukur bagian yang masih perlu diperbaiki. Fokus latihan sebaiknya diarahkan pada literasi membaca, numerasi, pemahaman informasi, dan kemampuan menggunakan perangkat komputer.
Asesmen Nasional sendiri bukan sekadar tes untuk menentukan siapa yang mendapat nilai tertinggi. Program ini digunakan untuk memotret mutu pendidikan melalui AKM, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.
Karena itu, persiapan yang baik bukan hanya memperbanyak latihan soal. Membiasakan siswa membaca dengan teliti, memahami data, berpikir berdasarkan informasi, dan mengerjakan soal dengan tenang justru menjadi bekal yang lebih penting.
Untuk informasi mengenai pelaksanaan AN, sekolah dan peserta sebaiknya selalu memeriksa portal resmi Kemendikdasmen agar tidak menggunakan jadwal, tautan, atau informasi simulasi yang belum terverifikasi.