Desil 6-10 Penghasilan Berapa? Ini Penjelasan DTSEN 2026 yang Perlu Dipahami

Pertanyaan desil 6-10 penghasilan berapa semakin sering muncul setelah masyarakat mulai mengecek status kesejahteraan melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Banyak yang mencari angka pasti untuk mengetahui apakah penghasilan keluarga masuk desil tertentu.

Namun, ada satu hal penting yang perlu diluruskan sejak awal, tidak ada angka penghasilan resmi yang menetapkan seseorang otomatis masuk Desil 6, 7, 8, 9, atau 10. Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa desil merupakan pembagian masyarakat ke dalam 10 kelompok berdasarkan tingkat pengeluaran atau kesejahteraan, bukan daftar batas nominal penghasilan bulanan.

Karena itu, informasi berupa tabel yang menyebut misalnya Desil 6 harus berpenghasilan sekian juta rupiah, Desil 7 sekian juta, hingga Desil 10 di atas angka tertentu tidak dapat dijadikan patokan resmi. Bahkan pada Juni 2026, Kemensos menegaskan bahwa infografis yang menghubungkan desil dengan nominal pengeluaran tertentu bukan informasi resmi pemerintah.

Baca juga: Desil 6 Apakah Bisa Dapat KJP? Ini Penjelasan Lengkap Berdasarkan Kriteria Penerima Terbaru

Jadi, Desil 6-10 Penghasilan Berapa?

Desil dalam DTSEN menunjukkan posisi kesejahteraan relatif sebuah keluarga dibandingkan keluarga lain dalam basis data nasional. Setiap desil berisi sekitar 10 persen keluarga berdasarkan peringkat kesejahteraan, mulai dari Desil 1 sebagai kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah hingga Desil 10 sebagai kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Dengan demikian, dua keluarga yang mempunyai penghasilan bulanan yang terlihat hampir sama belum tentu memperoleh desil yang sama. Sebaliknya, keluarga dengan penghasilan berbeda juga tidak otomatis berada pada desil tertentu hanya berdasarkan jumlah gaji.

DesilPosisi dalam kelompok kesejahteraan
Desil 110 persen dengan tingkat kesejahteraan terendah
Desil 2Kelompok berikutnya
Desil 3Kelompok berikutnya
Desil 440 persen terbawah secara kumulatif
Desil 5Kelompok setelah 40 persen terbawah
Desil 6Kelompok menengah ke atas
Desil 7Kelompok menengah ke atas
Desil 8Kelompok dengan kesejahteraan lebih tinggi
Desil 9Kelompok kesejahteraan tinggi
Desil 1010 persen dengan tingkat kesejahteraan tertinggi

Tabel tersebut menunjukkan posisi relatif, bukan batas penghasilan dalam rupiah. BPS juga menegaskan bahwa desil tidak sama dengan pengeluaran per kapita karena desil merupakan peringkat dalam distribusi kesejahteraan.

Mengapa Tidak Bisa Dihitung Hanya dari Gaji?

Penentuan desil DTSEN tidak berdiri di atas satu angka pendapatan. Pemerintah menggunakan berbagai informasi sosial ekonomi untuk menggambarkan kondisi keluarga secara lebih menyeluruh.

BPS menyebut pemutakhiran DTSEN mempertimbangkan sejumlah variabel, antara lain identitas kependudukan, pendidikan, ketenagakerjaan, kondisi dan kualitas tempat tinggal, sanitasi, air minum, kesehatan, disabilitas, kepemilikan aset, serta kepemilikan usaha.

Artinya, penghasilan merupakan salah satu informasi yang dapat menggambarkan kondisi ekonomi, tetapi bukan satu-satunya penentu posisi desil.

Contohnya, sebuah keluarga memiliki pendapatan bulanan Rp6 juta. Angka tersebut saja belum cukup untuk menyimpulkan keluarga tersebut berada di Desil 6 atau Desil 7 karena kondisi rumah, jumlah anggota keluarga, pekerjaan, aset, dan berbagai indikator sosial ekonomi lainnya ikut diperhitungkan.

Baca juga: Cara Cek Desil BPS Terbaru 2026, Ketahui Status Kesejahteraan dan Peluang Penerima Bansos

Desil 6 Sampai 10 Menunjukkan Kelompok Mana?

Secara sederhana, Desil 6 hingga Desil 10 berada di bagian atas distribusi kesejahteraan dibandingkan Desil 1 hingga Desil 5. Semakin besar angka desil, semakin tinggi posisi relatif keluarga dalam pemeringkatan kesejahteraan DTSEN.

Dinas Sosial Kota Bekasi pada 2026 menjelaskan pengelompokan secara umum bahwa Desil 5-7 berada pada kelompok menengah, sedangkan Desil 8-10 berada pada kelompok dengan kondisi ekonomi yang lebih baik.

Namun, label tersebut tetap tidak boleh diterjemahkan menjadi angka gaji tertentu. Desil 6 bukan berarti semua keluarga dengan penghasilan RpX juta, begitu juga Desil 10 bukan berarti setiap keluarga dengan penghasilan di atas RpY juta.

Apakah Desil 10 Berarti Penghasilannya Sangat Besar?

Belum tentu.

Desil 10 berarti keluarga tersebut berada dalam 10 persen kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi menurut pemeringkatan DTSEN, bukan berarti pemerintah menetapkan keluarga tersebut harus memiliki penghasilan minimal tertentu.

Ini juga menjelaskan mengapa seseorang bisa merasa kondisi ekonominya biasa saja tetapi hasil pengecekan menunjukkan desil yang relatif tinggi. Pemeringkatan melihat posisi keluarga berdasarkan kumpulan indikator yang tersedia dalam DTSEN, bukan sekadar nominal gaji yang diterima setiap bulan.

Sebaliknya, penghasilan yang tampak cukup besar juga tidak otomatis membuat sebuah keluarga berada pada Desil 10 karena penilaian dilakukan terhadap kondisi sosial ekonomi secara lebih luas.

Dari Mana Muncul Tabel Penghasilan Desil 6-10?

Informasi berupa tabel penghasilan Desil 1 sampai Desil 10 sempat beredar luas di media sosial. Biasanya tabel tersebut mencantumkan nominal pengeluaran atau pendapatan tertentu untuk masing-masing desil dan kemudian menghubungkannya dengan status penerima bansos.

Masalahnya, tabel semacam itu dapat memberikan kesan seolah-olah terdapat batas rupiah yang berlaku nasional. Kemensos telah menyatakan bahwa infografis “sistem desil terbaru 2026” yang mengaitkan desil dengan nominal pengeluaran, kondisi rumah, dan status bantuan bukan dibuat oleh Kemensos.

Karena itu, pembaca perlu berhati-hati ketika menemukan tabel seperti:

  • Desil 1 = penghasilan di bawah nominal tertentu.
  • Desil 2 = penghasilan pada rentang tertentu.
  • Desil 6 = penghasilan sekian juta.
  • Desil 10 = penghasilan di atas nominal tertentu.

Angka tersebut tidak dapat dianggap sebagai batas resmi DTSEN tanpa dokumen pemerintah yang secara jelas menetapkannya.

Baca juga: Cek Desil DTSEN 2026 di dtsen-form.bps.go.id Lewat HP tanpa Aplikasi

Penghasilan Rp5 Juta Belum Tentu Desil 6

Pertanyaan lain yang sering muncul adalah apakah seseorang dengan penghasilan Rp5 juta otomatis masuk Desil 6. Jawabannya tetap tidak bisa ditentukan hanya dari penghasilan tersebut.

Misalnya ada keluarga dengan satu pencari nafkah dan lima anggota keluarga. Ada pula keluarga lain dengan dua pencari nafkah dan hanya tiga anggota keluarga. Walaupun pendapatan salah satu keluarga lebih besar, posisi kesejahteraannya tidak otomatis lebih tinggi setelah seluruh indikator sosial ekonomi diperhitungkan.

Karena itu, angka pendapatan pribadi tidak bisa digunakan sebagai kalkulator sederhana untuk menentukan desil DTSEN.

Penghasilan Rp10 Juta Apakah Pasti Desil 10?

Tidak juga.

Pendapatan Rp10 juta per bulan mungkin terlihat besar dalam satu kondisi, tetapi posisi ekonomi keluarga tidak dapat ditentukan dari angka tersebut saja. Biaya hidup, jumlah anggota keluarga, kepemilikan aset, kondisi tempat tinggal, pekerjaan anggota keluarga, dan indikator lainnya dapat menghasilkan posisi kesejahteraan yang berbeda.

Inilah alasan BPS menyebut desil sebagai posisi relatif dalam distribusi pengeluaran atau kesejahteraan, bukan nominal tertentu.

Jadi, tidak tepat membuat rumus sederhana seperti:

Penghasilan Rp10 juta = Desil 10.

Rumus seperti itu tidak digunakan untuk menetapkan desil DTSEN.

Apa Saja yang Bisa Memengaruhi Posisi Desil?

Posisi desil terbentuk dari gambaran sosial ekonomi keluarga yang lebih luas. BPS menyebut beberapa kelompok variabel yang digunakan dalam pemutakhiran DTSEN.

Beberapa di antaranya meliputi:

  1. Kondisi kependudukan, termasuk informasi anggota keluarga.
  2. Pendidikan, yang menjadi bagian dari gambaran sosial keluarga.
  3. Pekerjaan dan ketenagakerjaan anggota keluarga.
  4. Kondisi tempat tinggal, termasuk kualitas rumah dan fasilitas dasar.
  5. Akses sanitasi dan air minum.
  6. Kondisi kesehatan dan disabilitas.
  7. Kepemilikan aset.
  8. Kepemilikan usaha atau kegiatan ekonomi.

Variabel-variabel tersebut digunakan dalam pemutakhiran DTSEN untuk membentuk gambaran tingkat kesejahteraan masyarakat.

Karena banyak faktor yang diperhitungkan, perubahan kondisi keluarga dapat memengaruhi posisi desil ketika DTSEN diperbarui.

Desil Bisa Berubah Saat Kondisi Keluarga Berubah

Status desil bukan angka yang melekat selamanya pada sebuah keluarga. DTSEN bersifat dinamis dan terus dimutakhirkan untuk menyesuaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Kemensos menyebut desil dapat diperbarui apabila data tidak sesuai dengan kondisi nyata. Pemutakhiran dapat dilakukan melalui pemerintah desa atau kelurahan dan dinas sosial, maupun melalui aplikasi Cek Bansos, kemudian data akan dihitung kembali secara berkala.

Karena itu, keluarga yang sebelumnya berada pada Desil 4 bisa mengalami perubahan posisi setelah kondisi ekonomi dan data keluarga diperbarui. Begitu juga keluarga yang berada di Desil 6-10 tidak seharusnya menganggap posisi tersebut tidak akan pernah berubah.

Apakah Desil 6-10 Masih Bisa Menerima Bansos?

Pertanyaan tentang penghasilan Desil 6-10 biasanya berkaitan dengan bansos. Namun, angka desil tidak boleh dipahami sebagai satu-satunya aturan universal untuk seluruh program pemerintah.

Laman resmi Cek Bansos Kemensos menjelaskan bahwa Desil 1-4 atau 40 persen terbawah dapat diusulkan sebagai penerima PKH dan Sembako. Desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK, sementara sasaran masing-masing program tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, Desil 6-10 secara umum berada di luar kelompok prioritas utama untuk bansos reguler yang menyasar keluarga dengan kesejahteraan terendah. Tetapi tidak tepat mengatakan bahwa semua program pemerintah pasti menolak keluarga Desil 6-10, karena setiap program memiliki persyaratan dan sasaran masing-masing.

Cara Cek Desil DTSEN dengan NIK

Daripada memperkirakan desil berdasarkan penghasilan, cara yang lebih tepat adalah memeriksa status yang tercatat dalam sistem resmi. Laman Cek Bansos Kemensos menggunakan NIK sebagai salah satu data pencarian.

Langkahnya cukup sederhana:

  1. Buka laman resmi Cek Bansos Kemensos.
  2. Masukkan NIK 16 digit sesuai KTP.
  3. Masukkan huruf kode yang tampil.
  4. Tekan tombol Cari Data.
  5. Periksa informasi penerima manfaat dan desil yang ditampilkan.

Laman resmi Cek Bansos menyebut sumber data yang digunakan adalah DTSEN dan menjelaskan bahwa desil merupakan kelompok kesejahteraan keluarga yang dibentuk dari berbagai variabel sosial ekonomi.

Jika hasil yang muncul tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, tersedia mekanisme untuk mengajukan pemutakhiran data.

Bagaimana Jika Merasa Desil Terlalu Tinggi?

Misalnya sebuah keluarga merasa kondisi ekonominya masih tergolong rendah, tetapi hasil pengecekan menunjukkan Desil 6, 7, atau lebih tinggi. Kondisi tersebut tidak otomatis berarti sistem pasti salah, tetapi dapat menjadi alasan untuk memeriksa kembali data yang digunakan.

Kemensos menyediakan mekanisme pembaruan apabila masyarakat menilai data DTSEN tidak sesuai kondisi nyata. Pengajuan dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos maupun melalui pemerintah desa atau kelurahan dan dinas sosial.

Dokumen dan informasi yang diberikan sebaiknya menggambarkan kondisi keluarga sebenarnya. Setelah pembaruan dilakukan, data akan melalui proses verifikasi dan pemutakhiran sebelum posisi kesejahteraan dihitung kembali.

Jangan Mengukur Desil Hanya dari Gaji Bulanan

Kesalahan paling umum ketika membahas desil adalah menganggap penghasilan sebagai satu-satunya ukuran. Padahal, DTSEN dirancang untuk menggambarkan kondisi sosial ekonomi keluarga dari berbagai sisi.

BPS pada 2026 kembali menegaskan bahwa desil merupakan pembagian penduduk menjadi 10 kelompok berdasarkan tingkat pengeluaran atau kesejahteraan. Desil tidak sama dengan angka pengeluaran per kapita dan bukan nominal rupiah yang berlaku seragam untuk seluruh Indonesia.

Itulah sebabnya pertanyaan “Desil 6 penghasilan berapa?” atau “Desil 10 gaji berapa?” tidak memiliki jawaban berupa satu angka resmi. Yang tersedia adalah peringkat kesejahteraan berdasarkan data yang dihimpun dan diolah dalam DTSEN.

Posisi Desil Lebih Penting daripada Mencari Batas Rupiah

Bagi masyarakat yang sedang mengecek status bansos, mengetahui desil memang penting. Namun, mencari batas penghasilan untuk setiap desil justru bisa menimbulkan kesimpulan yang keliru jika angka tersebut berasal dari tabel yang tidak resmi.

Cara paling aman adalah melihat hasil desil pada layanan resmi Kemensos, kemudian memastikan data keluarga yang tercatat sudah sesuai dengan kondisi sebenarnya. Jika terdapat ketidaksesuaian, gunakan mekanisme pemutakhiran yang tersedia.

Jadi, Desil 6-10 tidak memiliki batas penghasilan resmi dalam bentuk nominal rupiah. Desil tersebut menunjukkan posisi keluarga dalam kelompok kesejahteraan DTSEN, dengan Desil 6 sampai 10 berada pada bagian yang lebih tinggi dibandingkan kelompok Desil 1-5; sementara penetapannya mempertimbangkan berbagai indikator sosial ekonomi, bukan sekadar gaji bulanan.