Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengikutsertakan UMKM binaan dalam ajang Road to INACRAFT 2026, sebuah rangkaian kegiatan menuju pameran kerajinan terbesar di Indonesia.
Melalui keikutsertaan tersebut, Peruri berharap produk-produk UMKM binaan memperoleh kesempatan lebih luas untuk dikenal masyarakat, menjangkau calon pembeli baru, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra usaha.
Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi pelaku UMKM untuk memahami tren pasar, meningkatkan kualitas produk, serta memperkuat daya saing di tengah berkembangnya industri kreatif nasional.
Tujuh UMKM Binaan Peruri Tampil di Road to INACRAFT 2026
Head of Corporate Secretary Peruri, Adi Sunardi, menjelaskan bahwa Road to INACRAFT 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga wadah pengembangan kapasitas bagi pelaku usaha kreatif.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, Peruri membawa tujuh UMKM binaan yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan tergabung dalam komunitas Jogja Berkarya. Seluruh peserta menampilkan produk unggulan dari berbagai sektor, mulai dari fesyen, kerajinan tangan, hingga kuliner khas daerah.
Keikutsertaan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha memperluas jaringan bisnis sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi pasar yang lebih besar.
Ragam Produk Unggulan yang Dipamerkan
Berbagai produk khas ditampilkan oleh UMKM binaan Peruri selama kegiatan berlangsung.
Berikut daftar UMKM beserta produk yang dibawa:
| UMKM | Produk Unggulan |
|---|---|
| Astarupa | Kaos batik dan kaos lukis |
| Ethnic Gendhis | Batik tulis bermotif etnik |
| Klamby Kulo | Produk fesyen dan aksesori |
| Kain Etnik Mama Poenya | Busana berbahan wastra Indonesia |
| CFTM | Dompet dan strap berbahan kulit asli |
| Delolie | Kukis gaplek khas Gunungkidul |
| Black Garlic Adimas | Produk olahan bawang hitam |
Keberagaman produk tersebut mencerminkan potensi industri kreatif Yogyakarta yang terus berkembang dan memiliki peluang besar untuk menjangkau pasar nasional maupun internasional.
Mendorong UMKM Naik Kelas
Menurut Adi Sunardi, keikutsertaan dalam Road to INACRAFT 2026 merupakan bagian dari strategi Peruri dalam meningkatkan kapasitas UMKM binaan secara berkelanjutan.
Ajang tersebut memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memperkenalkan kualitas produknya kepada lebih banyak pengunjung sekaligus memperoleh masukan mengenai kebutuhan pasar saat ini.
Selain memperluas promosi, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi bisnis yang dapat mendukung pertumbuhan usaha dalam jangka panjang.
Tidak Sekadar Bantuan Modal
Dukungan yang diberikan Peruri kepada UMKM binaan tidak hanya berupa pendampingan atau bantuan fasilitas. Perusahaan juga berupaya meningkatkan kemampuan pelaku usaha melalui promosi, pengembangan jaringan pemasaran, hingga pembukaan peluang kerja sama dengan berbagai pihak.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan UMKM yang lebih mandiri, inovatif, dan siap menghadapi perubahan kebutuhan pasar.
Dengan strategi tersebut, pelaku usaha tidak hanya memperoleh kesempatan menjual produk, tetapi juga meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Road to INACRAFT Jadi Sarana Memperluas Peluang Usaha
Melalui partisipasi pada Road to INACRAFT 2026, Peruri berharap seluruh UMKM binaannya memperoleh pengalaman baru dalam membaca tren konsumen, membangun relasi bisnis, serta meningkatkan nilai tambah produknya.
Langkah ini juga menjadi bagian dari kontribusi Peruri dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan sektor UMKM.
Sebagai informasi, Road to INACRAFT 2026 merupakan rangkaian kegiatan menjelang pameran utama INACRAFT 2026 yang diselenggarakan pada 15–19 Juli 2026 di Jogja Expo Center, Yogyakarta. Ajang tersebut menjadi salah satu ruang pertemuan antara pelaku industri kreatif, pembeli, komunitas, dan calon mitra usaha dari berbagai daerah.