Daftar Cabang Lomba LKS Dikmen 2026 yang Menghadirkan Ekshibisi Teknologi AI

Ajang LKS Dikmen 2026 menghadirkan sesuatu yang menarik tahun ini. Selain mempertandingkan puluhan bidang keterampilan, penyelenggaraan tingkat nasional juga menampilkan ekshibisi Kecerdasan Artifisial (AI) sebagai bagian baru yang memperlihatkan semakin kuatnya teknologi dalam pendidikan vokasi.

Secara keseluruhan terdapat 37 cabang lomba dan 1 ekshibisi kecerdasan artifisial. Bidang yang dilombakan sangat beragam, mulai dari konstruksi, manufaktur, otomotif, teknologi informasi, kesehatan, agribisnis, kemaritiman, bisnis, pariwisata, hingga seni dan ekonomi kreatif.

Kehadiran AI menjadi salah satu perhatian utama LKS Dikmen 2026. Peserta tidak hanya dituntut memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, memecahkan persoalan, berinovasi, berkomunikasi, dan bekerja sama.

37 Cabang Lomba LKS Dikmen 2026

Daftar cabang LKS Dikmen 2026 memperlihatkan luasnya kompetensi yang dapat diikuti peserta didik. Bidang-bidang tersebut mencakup keterampilan yang berhubungan langsung dengan kebutuhan industri sekaligus kompetensi baru yang berkembang seiring kemajuan teknologi.

Berikut daftar lengkap 37 cabang lomba LKS Dikmen 2026:

No.Cabang LombaKelompok Bidang
1Teknik Pemasangan Batu Bata (Bricklaying)Teknologi Konstruksi dan Bangunan
2Teknik Pemasangan Tegel Keramik Dinding dan Lantai (Wall and Floor Tiling)Teknologi Konstruksi dan Bangunan
3Teknologi Konstruksi Digital (Digital Construction)Teknologi Konstruksi dan Bangunan
4Robot Bergerak Otonom (Autonomous Mobile Robotics)Teknologi Manufaktur dan Rekayasa
5Mekatronika (Mechatronics)Teknologi Manufaktur dan Rekayasa
6Elektronika (Electronics)Teknologi Manufaktur dan Rekayasa
7Sistem Kendali Industri (Industrial Control)Teknologi Manufaktur dan Rekayasa
8Teknik Perancangan Permesinan CAD (Mechanical Engineering CAD)Teknologi Manufaktur dan Rekayasa
9Teknik Pengelasan (Welding)Teknologi Manufaktur dan Rekayasa
10Teknik Perbaikan Bodi Mobil (Autobody Repair)Teknologi Manufaktur dan Rekayasa
11Teknik Perawatan dan Perbaikan Sepeda Motor (Motorcycle Maintenance & Repair)Teknologi Manufaktur dan Rekayasa
12Teknologi Otomotif Mobil (Automobile Technology)Teknologi Manufaktur dan Rekayasa
13Metrologi (Metrology)Teknologi Manufaktur dan Rekayasa
14Teknologi Kendaraan Berat (Heavy Vehicle Technology)Energi dan Pertambangan
15Teknik Instalasi Kelistrikan (Electrical Installation)Energi dan Pertambangan
16Teknik Tata Udara dan Pendingin (Refrigeration and Air Conditioning)Energi dan Pertambangan
17Teknologi Informasi Piranti Lunak untuk Bisnis (IT Software Solution for Business)Teknologi Informasi
18Teknologi Informasi Sistem Administrasi Jaringan (IT Network System Administration)Teknologi Informasi
19Komputasi Awan (Cloud Computing)Teknologi Informasi
20Teknologi Keamanan Siber (Cyber Security)Teknologi Informasi
21Teknik Pengkabelan Jaringan Informasi (Information Network Cabling)Teknologi Informasi
22Teknologi Web (Web Technologies)Teknologi Informasi
23Farmasi (Pharmacy)Kesehatan dan Pekerjaan Sosial
24Keperawatan Kesehatan dan Sosial (Health and Social Care)Kesehatan dan Pekerjaan Sosial
25Lanskap dan Pertamanan (Landscape and Gardening)Agribisnis dan Agriteknologi
26Perikanan (Fishery)Agribisnis dan Agriteknologi
27Nautika Kapal Niaga (Nautics)Kemaritiman
28Pemasaran Digital (Digital Marketing)Bisnis dan Manajemen
29Pelayanan Restoran (Restaurant Service)Pariwisata
30Hotel Resepsionis (Hotel Reception)Pariwisata
31Teknik Penataan Rambut (Hairdressing)Pariwisata
32Teknik Perawatan Kecantikan (Beauty Therapy)Pariwisata
33Tata Boga (Cooking)Pariwisata
34Teknologi Desain Grafis (Graphic Design Technology)Seni dan Ekonomi Kreatif
35Teknologi Busana (Fashion Technology)Seni dan Ekonomi Kreatif
36Seni Gim Tiga Dimensi (3D Game Art)Seni dan Ekonomi Kreatif
37Pembuatan Kabinet (Cabinet Making)Seni dan Ekonomi Kreatif

Ragam cabang tersebut menunjukkan bahwa LKS Dikmen tidak hanya berfokus pada keterampilan yang berkaitan dengan pekerjaan manufaktur. Teknologi informasi, layanan pariwisata, desain, kecantikan, kesehatan, hingga pemasaran digital juga mendapatkan ruang dalam kompetisi.

Baca juga: Mengenal Sekolah Menengah PJJ, Solusi Kemendikdasmen Atasi Anak Putus Sekolah

Ekshibisi AI Jadi Bagian Baru LKS Dikmen 2026

Di luar 37 cabang utama, LKS Dikmen 2026 menghadirkan ekshibisi Kecerdasan Artifisial atau AI. Kategori ini menarik karena menjadi salah satu bentuk pengenalan kompetensi AI dalam ajang prestasi peserta didik tingkat nasional.

AI ditempatkan sebagai ekshibisi, sehingga secara jumlah tetap berbeda dari 37 cabang lomba utama. Meski demikian, konsep yang digunakan tidak sekadar kegiatan demonstrasi teknologi.

Peserta akan berhadapan dengan persoalan yang harus diselesaikan menggunakan teknologi kecerdasan artifisial. Hasilnya kemudian dikembangkan menjadi solusi yang dapat dipresentasikan.

Kehadiran ekshibisi ini memperlihatkan bahwa kemampuan memahami AI mulai dianggap sebagai bagian penting dari kompetensi peserta didik.

Peserta AI Ditantang Menyelesaikan Masalah Nyata

Ekshibisi AI LKS Dikmen 2026 tidak dirancang hanya untuk melihat seberapa sering peserta menggunakan chatbot atau aplikasi AI. Peserta justru ditantang memahami persoalan kemudian merancang solusi berbasis kecerdasan artifisial.

Konsep yang digunakan berbentuk studi kasus. Peserta atau tim harus membangun aplikasi berdasarkan permasalahan yang diberikan.

Setelah solusi dibuat, peserta juga perlu menjelaskan cara kerja dan manfaatnya. Dengan demikian, kemampuan teknis bukan satu-satunya hal yang dinilai.

Kemampuan menganalisis masalah, menentukan ide, membangun solusi, dan menyampaikan hasil menjadi bagian penting dalam ekshibisi tersebut.

AI Tidak Hanya Berkaitan dengan Teknologi Informasi

Menariknya, penggunaan AI tidak terbatas pada bidang komputer. Teknologi ini dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan di sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, lingkungan, usaha, hingga pelayanan publik.

Karena itu, peserta tidak harus memandang AI sebagai teknologi yang hanya bisa digunakan oleh siswa dari jurusan teknologi informasi. Pemahaman terhadap masalah di bidang tertentu justru dapat menjadi modal untuk menghasilkan ide solusi yang lebih relevan.

Misalnya, persoalan pertanian dapat menjadi bahan pengembangan aplikasi berbasis AI. Begitu pula masalah pendidikan, pengelolaan lingkungan, layanan masyarakat, atau kebutuhan pelaku usaha.

Pendekatan tersebut membuat ekshibisi AI lebih dekat dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Link Cek Pengumuman CAT PPPK Sekolah Rakyat 2026 PDF Resmi BKN

LKS 2026 Menggabungkan Keterampilan Teknis dan Kreativitas

LKS selama ini dikenal sebagai ajang untuk menguji kemampuan peserta didik dalam bidang keterampilan tertentu. Namun, tuntutan dunia kerja membuat kemampuan teknis saja tidak lagi cukup.

Peserta juga membutuhkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Kompetensi tersebut semakin terlihat pada bidang-bidang yang menggabungkan teknologi dan kreativitas.

Ekshibisi AI menjadi salah satu contoh paling jelas. Peserta tidak cukup hanya mengetahui teknologi, tetapi harus mampu menentukan kapan dan bagaimana teknologi tersebut digunakan.

Keterampilan seperti inilah yang semakin dibutuhkan ketika teknologi berkembang dengan cepat.

Cabang Teknologi Informasi Punya Banyak Pilihan

Bagi peserta yang memiliki minat pada teknologi, LKS Dikmen 2026 menyediakan beberapa cabang yang dapat dipilih. Kelompok Teknologi Informasi terdiri atas enam bidang.

Cabang tersebut mencakup IT Software Solution for Business, IT Network System Administration, Cloud Computing, Cyber Security, Information Network Cabling, dan Web Technologies.

Setiap bidang memiliki karakter yang berbeda. Pengembangan perangkat lunak bisnis tentu membutuhkan kemampuan berbeda dengan administrasi jaringan atau keamanan siber.

Keberagaman ini memberikan ruang bagi peserta untuk memilih kompetensi sesuai dengan keahlian yang sudah dikuasai.

Otomotif Tetap Menjadi Cabang yang Banyak Diminati

Bidang otomotif dan rekayasa masih menjadi bagian besar dalam LKS Dikmen 2026. Peserta dapat mengikuti berbagai cabang mulai dari perawatan sepeda motor hingga teknologi kendaraan berat.

Beberapa cabang yang tersedia adalah Autobody Repair, Motorcycle Maintenance & Repair, Automobile Technology, serta Heavy Vehicle Technology.

Ada pula bidang yang lebih dekat dengan perkembangan industri, seperti Autonomous Mobile Robotics, Mechatronics, Electronics, dan Industrial Control.

Perpaduan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan vokasi semakin mengarah pada keterampilan yang menggabungkan kemampuan mekanik, elektronik, otomatisasi, dan teknologi.

Konstruksi Tidak Hanya Soal Pekerjaan Manual

Sektor konstruksi juga memiliki tiga pilihan cabang dalam LKS Dikmen 2026. Ketiganya adalah Bricklaying, Wall and Floor Tiling, serta Digital Construction.

Dua cabang pertama berhubungan dengan pekerjaan konstruksi yang membutuhkan ketelitian tinggi. Sementara Digital Construction membawa penggunaan teknologi ke dalam pekerjaan konstruksi.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa industri konstruksi juga mengalami perkembangan. Pekerja tidak hanya membutuhkan keterampilan manual, tetapi semakin membutuhkan pemahaman teknologi.

Peserta yang menguasai kemampuan teknis sekaligus teknologi digital akan memiliki bekal yang lebih luas untuk menghadapi kebutuhan industri.

Lima Cabang Hadir dari Bidang Pariwisata

Bidang pariwisata memiliki lima cabang dalam LKS Dikmen 2026. Peserta dapat memilih Restaurant Service, Hotel Reception, Hairdressing, Beauty Therapy, atau Cooking.

Masing-masing cabang memiliki karakter pekerjaan yang berbeda. Ada yang menekankan kemampuan pelayanan, komunikasi, tata boga, hingga keterampilan kecantikan.

Bidang pariwisata juga membutuhkan ketelitian dan kemampuan memahami kebutuhan pelanggan. Karena itu, keterampilan interpersonal menjadi bagian yang tidak kalah penting.

Keberadaan lima cabang menunjukkan besarnya ruang pendidikan vokasi untuk sektor pariwisata dan layanan.

Seni dan Ekonomi Kreatif Makin Dekat dengan Teknologi

Empat cabang LKS Dikmen 2026 berada dalam kelompok Seni dan Ekonomi Kreatif, yaitu Graphic Design Technology, Fashion Technology, 3D Game Art, dan Cabinet Making.

Teknologi desain grafis dan 3D Game Art menunjukkan bahwa kreativitas semakin erat dengan perangkat teknologi.

Khusus 3D Game Art, peserta perlu memahami seni visual sekaligus kebutuhan industri gim. Bidang ini membutuhkan kemampuan menciptakan aset visual yang dapat digunakan dalam lingkungan permainan tiga dimensi.

Sementara itu, Fashion Technology menunjukkan bagaimana keterampilan busana tetap berkembang seiring perubahan teknologi produksi.

Bidang Kesehatan dan Agribisnis Tetap Mendapat Ruang

LKS Dikmen 2026 juga memberikan kesempatan bagi peserta dengan minat kesehatan dan agribisnis. Untuk bidang kesehatan terdapat Farmasi serta Health and Social Care.

Sementara kelompok Agribisnis dan Agriteknologi mencakup Landscape and Gardening serta Fishery.

Kehadiran cabang tersebut menunjukkan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya diarahkan pada industri teknologi atau manufaktur. Sektor kesehatan, pertanian, perkebunan, perikanan, dan layanan sosial tetap membutuhkan tenaga terampil.

Setiap bidang memiliki tantangan tersendiri dan membutuhkan penguasaan kompetensi sesuai standar pekerjaan.

LKS Dikmen 2026 Digelar Secara Hybrid

Penyelenggaraan LKS Dikmen tingkat nasional 2026 menggunakan format hybrid. Sebagian cabang dilaksanakan secara daring, sedangkan cabang lainnya dilaksanakan secara luring.

Format ini memberikan pengalaman berbeda kepada peserta. Kompetisi daring membutuhkan kesiapan perangkat dan koneksi, sementara kompetisi luring mengharuskan peserta hadir di lokasi yang sudah ditentukan.

Ekshibisi AI termasuk bagian yang dilaksanakan secara luring pada tingkat nasional.

Penggunaan format hybrid juga menunjukkan bahwa teknologi semakin menjadi bagian dari penyelenggaraan kompetisi pendidikan.

Jumlah Peserta LKS 2026 Mengalami Peningkatan

LKS Dikmen 2026 juga mencatat peningkatan jumlah peserta dibandingkan tahun sebelumnya. Ribuan peserta mengikuti proses seleksi untuk memperebutkan kesempatan tampil di tingkat nasional.

Persaingan tersebut membuat proses pembinaan di sekolah dan daerah menjadi semakin penting. Peserta yang berhasil mencapai tingkat nasional bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga sekolah dan daerah asal.

Kompetisi semacam ini juga memberikan pengalaman berharga bagi peserta karena dapat bertemu dengan siswa berprestasi dari berbagai wilayah Indonesia.

Ekshibisi AI Bisa Menjadi Awal Cabang Baru

Meskipun AI pada 2026 masih ditempatkan sebagai ekshibisi, kehadirannya memberikan sinyal mengenai perubahan kompetensi yang semakin diperhatikan.

Teknologi kecerdasan artifisial berkembang dengan cepat dan mulai digunakan dalam berbagai pekerjaan. Pendidikan vokasi tentu perlu menyesuaikan diri agar lulusan memiliki kemampuan yang sesuai dengan perkembangan industri.

Ekshibisi LKS menjadi salah satu ruang untuk menguji kemampuan peserta sekaligus melihat sejauh mana AI dapat diterapkan dalam pendidikan menengah.

Bukan tidak mungkin, perkembangan kompetensi AI di masa mendatang akan semakin besar dalam berbagai ajang prestasi pendidikan.

Daftar Cabang LKS 2026 Menunjukkan Arah Pendidikan Vokasi

Daftar 37 cabang LKS Dikmen 2026 memperlihatkan bahwa pendidikan vokasi memiliki cakupan yang sangat luas. Ada bidang konstruksi, manufaktur, otomotif, teknologi informasi, kesehatan, agribisnis, kemaritiman, bisnis, pariwisata, hingga seni kreatif.

Tambahan ekshibisi teknologi AI menjadi salah satu bagian yang paling menarik tahun ini. Peserta tidak hanya ditantang menggunakan teknologi, tetapi juga membangun solusi berdasarkan persoalan nyata.

Bagi siswa yang ingin mengikuti LKS, daftar tersebut dapat digunakan untuk melihat bidang yang sesuai dengan kompetensi masing-masing. Sekolah juga dapat menjadikannya sebagai gambaran mengenai keterampilan yang semakin dibutuhkan dunia kerja.